Jumat, 23 November 2012

fungsi musik tradisional




1)      Fungsi  Musik  Tradisional
1.       Sarana upacara budaya (ritual)
Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Bunyi-bunyian dan nada-nada yang dihasilkan sangat memungkinkan untuk mendukung upacara budaya ( Ritual). Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat. Dari penjelasan di atas maka dapat dikatakan bahwa musik tradisional dapat berfungsi sebagai sarana dalam suatu upacara budaya (Ritual).
2. Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondong mendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.
Pada jaman dahulu, pada masa kerajaan memerintah di daerah-daerah di Indonesia, setiap ada tamu kerajaan yang datang maka akan disambut oleh iringan-iringan musik tradisional sebagai upacara penyambutan dan sebagai sarana penghibur bagi para tamu kerajaan untuk melepas lelah.

3. Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman musik (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

4. Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.
Pada jaman dahulu, musik digunakan sebagai sarana komunikasi antara jenderal dan prajuritnya dalam peperangan, hal ini terlihat dari genderang yang mereka bawa pada saat peperangan. Bunyi dan ritme genderang disini bermacam-macam sesuai dengan perintah yang diberikan sang jenderal kepada penabuh genderang, ada ritme untuk menyerang, ada ritme untuk bertahan, dan ada pula ritme untuk mundur. Dari penjelasan di atas jelas sekali bahwa musik dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi.

5. Pengiring Tarian
Musik dan tarian masing-masing mempunyai pola dan ritme yang saling berhubungan, suatu tarian tanpa diiringi irama musik maka akan terasa hampa (kosong) dan menyulitkan bagi sang penari karena mereka tidak mempunyai gambaran ritme dan tempo yang akan mereka gunakan untuk menuntun mereka dalam menari.
Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi oleh musik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.

6. Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan artis professional, musik adalah sarana penghidupan ekonomi mereka. Mereka dihargai lewat karya (lagu) yang mereka buat dan yang mereka mainkan. Semakin bagus dan semakin populernya suatu karya seni musik maka akan semakin tinggi penghargaan yang diberikan baik penghargaan dalam bentuk materiil maupun moral.
Dalam dunia industri musik, para musisi yang bekerja sama dengan industri rekaman, mereka akan merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia yang dapat menghasilkan pendapatan bagi mereka.

7. Sarana Perang
Pada point nomer empat telah disinggung sedikit bahwa Pada jaman dahulu, musik digunakan sebagai sarana komunikasi antara jenderal dan prajuritnya dalam peperangan, hal ini terlihat dari genderang yang mereka bawa pada saat peperangan. Bunyi dan ritme genderang disini bermacam-macam sesuai dengan perintah yang diberikan sang jenderal kepada penabuh genderang, ada ritme untuk menyerang, ada ritme untuk bertahan, dan ada pula ritme untuk mundur. Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa musik dapat digunakan untuk membantu strategi dalam berperang.
Selain digunakan sebagai strategi dalam berperang, musik juga dapat membangkitkan semangat juang para prajurit. Dalam setiap kesatuan militer pasti mempunyai Mars yang selalu mereka nyanyikan untuk meningkatkan dan membangkitkan semangat dalam peperangan







2)    Latar Belakang masalah
Indonesia adalah negara yang besar, negara yang kaya akan nilai budaya dan tradisi, salah satu suku di Indonesia adalah suku Sunda yang berada di pulau Jawa, tepatnya di Jawa Barat. Suku Sunda juga memiliki kesenian tradisional yang khas dan beragam, selain itu suku Sunda memiliki alat musik tradisional seperti rebab, kecapi, karinding, angklung dan suling.
Pada saat ini, suling kurang diminati oleh anak-anak, karena saat ini banyak alat musik modern yang lebih banyak digunakan. Masalah lain yang menyebabkan hal tersebut adalah karena kurangnya media pembelajaran alat musik suling dan kurikulum pelajaran alat musik tradisional kepada anak-anak.

3)    Jenis-jenis Musik Tradisional
Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.
Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di Bali (Gamelan Bali). Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.
Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do)
Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.
Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.
Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.

Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.

Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.
Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan

Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, rebab jenis ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.


Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2cm.

Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.



4)    Tokoh-tokoh Musik Tradisional
a)    Gesang Martohartono
http://crypiz.files.wordpress.com/2011/03/gesang_020.jpg?w=199&h=300  
b)     Didi Kempot
http://status-selebritis.com/filez/imagecache/user_med/category_pictures/didikempot.jpg

c)     Iroma Irama

biografi, rhoma irama, penyanyi, artis

5)     Unsur-Unsur Musik Tradisional

Unsur-unsur musik adalah bagian-bagian dalam musik yang merupakan suatu kesatuan guna membuat penciptaan lagu atau komposisi (karya) musik. Sebuah karya musik / komposisi musik dalam proses pembuatannya tidak mungkin lepas dari unsur – unsur musik tersebut. Berikut ini adalah unsur-unsur musik yang terdapat dalam musik tradisi :
a.Irama
Irama adalah rangkaian gerak / detakan yang berlangsung secara teratur sehingga membentuk suatu pola tertentu. Irama terbentuk dari rangkaian bunyi ataupun diam (tidak berbunyi / istirahat) yang panjang pendeknya berbeda dan berjalan secara teratur.
Berikut ini adalah beberapa contoh irama musik yang digunakan dalam musik tradisional gamelan :
1. Irama lancar
Irama lancar adalah irama yang bertempo cepat dalam gamelan. Irama ini disebut juga irama 1/1.
2. Irama Satu
Irama satu adalah irama yang bertempo sedang, irama ini disebut juga irama tanggung.
3. Irama Dua
Yaitu irama yang memiliki tempo agak lambat. Irama ini sering disebut juga dengan istilah dados / dadi atau irama ¼.
4. Irama Tiga
Irama tiga adalah irama gamelan yang bertempo lambat. Irama ini disebut juga wiled atau irama 1/8.
5. Irama Empat
Merupakan irama alam musik gamelan yang bertempo sangat lambat. Disebut juga irama wiled rangkep atau irama 1/16.

b. Sistem nada

Sistem nada adalah susunan nada yang berurutan dengan jarak tertentu. Sistem nada lebih dikenal dengan sebutan tangga nada. Tangga nada ada beberapa macam, yang paling kita kenal adalah tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis. Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang memiliki susunan nada 7 buah nada, sedangkan tangga nada pentatonis yaitu tangga nada yang mempunyai 5 buah nada dalam susunan nadanya.
Dalam musik tradisional gamelan, tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pentatonis, tangga nada dalam gamelan sering disebut dengan istilah titi laras. Titi laras pentatonis dalam gamelan ada dua macam yaitu titi laras pelog dan titi laras slendro.

• Tangga Nada Pelog
Tangga nada / titi laras pelog dibagi lagi menjadi tiga macam yaitu Pelog Lima, Pelog Nem, dan Pelog Barang. Berikut ini adalah susunan nada dari masing-masing titi laras pelog :

- Pelog Lima

1 2 4 5 6 1> 2>
Ji ro pat mo nem ji ro

- Pelog Nem

1 2 3 4 5 1> 2>
Ji ro lu pat mo ji ro

- Pelog Barang

2 3 5 6 7 2> 3>
Ro lu mo nem pi ro lu


• Tangga Nada Slendro
Tangga nada slendro juga dibagi tiga macam, yaitu Slendro Nem, Slendro Mayura, dan Slendro Sanga. Berikut ini adalah susunan nada dari masing-masing titi laras Slendro :


- Slendro Nem

6< 1 2 3 5 6 1> 2> 3>
Nem ji ro lu mo nem ji ro lu

- Slendro Sanga

5< 6< 1 2 3 5 6 1> 2>
Mo nem ji ro lu mo nem ji ro

c. Notasi

Notasi merupakan sistem penulisan nada yang tinggi rendahnya dapat dibedakan sesuai dengan ketentuan. Notasi yang kita kenal ada dua macam yaitu notasi balok dan notasi angka. Musik tradisional kebanyakan tidak memiliki sistem penulisan nada / notasi melodi karena kebanyakan proses penciptaannya yang secara langsung dan secara lisan. Akan tetapi ada beberapa daerah yang menggunakan notasi musik seperti daerah Jawa dan Bali. Sistem notasi musik yang digunakan adalah sistem notasi angka atau notasi cheve.Berikut ini adalah contoh-contoh penulisan nada menggunakan notasi balok dan notasi angka :

Kata Kunci : Unsur Musik

Notasi balok

Do re mi fa sol la si do

Notasi angka :

1 2 3 4 5 6 7 1>
do re mi fa sol la si do

6)    Karya Musik
Tahuri dari Maluku – Jenis alat musik tiup
Keloko dari Flores Timur
Tifa (sejenis rebana) dan Totobuang (sejenis talempong) dari Maluku
Tifa dari Papua – Sejenis genderang
Talempong
Siter                                   Serunai dari Sumatra – Alat musik tiup.
Seruling, Seurunee Kale dan Rapa’i dari Aceh
Sasando dari NTT- Alat musik petik.
Sampek dari Kalimantan (Dayak) – Alat musik petik.
Saluang dari Minangkabau – Sejenis seruling.
Rebana                                    Rebab dari Jawa Barat – Sejenis alat musik gesek.
Rapai dari Aceh – Sejenis rebana besar.
Kolintang dari Minahasa
Kinu dari Pulau Roti – Sejenis seruling.
Kendang                 Foi Mere dari Pulau Flores – Sejenis seruling.
Karinding         Kecapi                Jimbe              Gamelan                     Gamelan Jawa              Gamelan Bali
Fu dari Maluku – Sejenis alat musik Tiup.
Druri Dana dari Pulau Nias
Dog dog dari Jawa Barat – Sejenis Genderang.
Celempung dari Jawa Barat                   Calung dari Jawa Barat
Arumba dari Jawa Barat
Angklung dari Jawa Barat
7)     Peran Musik

Dalam membesarkan anak, banyak faktor penting yang mendukung perkembangannya. Pola asuh orang tua merupakan faktor utama. Tetapi, faktor luar juga dapat membantu, salah satunya melalui musik.

Banyak penelitian telah dipublikasikan pada beberapa tahun terakhir ini, menguatkan alasan bahwa pelajaran dan
Kursus Musik memiliki efek positif terhadap perkembangan otak anak. Maka, akan baik jadinya apabila sejak usia dini, buah hati anda dapat diperkenalkan dengan musik.

Usia yang ideal untuk memulai belajat atau kursus musik antara 3-6 tahun. Usia tersebut merupakan waktu terbaik untuk perkembangan pendengaran. Beranjak ke usia 8-9 tahun, otak kanan dan kiri. Apabila diberikan pendidikan kursus musik sebelum usia 8 tahun, maka dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Musik dipercaya dapat membantu perkembangan mental anak, meningkatkan koordinasi fisik, dan menambah keterampilan berbahasa. Selain itu kursus musik dapat membantu meningkatkan kemampuan matematis dan sosial, melatih daya ingat dan juga kreativitas si buah hati.

Langkah awal untuk mengenalkan musik pada anak dapat berupa mengajak anak untuk mendengarkan musik saat sebelum tidur. Saat tersebut bisa anda pakai dengan memutar kaset atau compact disc (CD) lagu atau musik instrumental yang membuat relaksasi, sembari membaca buku cerita. Kaset untuk anak bisa juga berupa cerita dongeng dilengkapi diiringi bunyi-bunyian dan musik pengiring. Anda pun dapat melatih system motorik si kecil dengan mengajaknya untuk memeragakan cerita yang dibawakan.

Selain melalui pendengaran CD, Anda dapat membawa sang buah hati untuk belajar di tempat kursus musik. Usia dini adalah momen yang baik untuk mengenalkan musik. Kursus musik mempunyai banyak manfaat, mulai dari perkembangan otak hingga mengontrol emosi anak. Manfaat lainnya, meningkatnya kemampuan bersosialisasi diawali dengan interaksi si anak dengan pengajar dan dengan teman-teman di tempat kursus musik.

Hal lain yang didapat dari bermain musik ialah melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan-gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Alat musik yang direkomendasikan dipakai untuk usia dini adalah piano dan organ. Dentingan kedua alat musik tersebut bisa merangsang otak anak untuk lebih kreatif. Biola dan ***ar juga baik untuk dipelajari anak Anda sejak kecil.




8)    Unsur – Unsur Musik 
Sebagai salah satu cabang seni yang menggunakan suara sebagai media ekspresinya. Musik diwujudkan oleh unsur-unsur musik. Unsur-unsur tersebut diantaranya :
  1. a.      Nada
            Tinggi rendah suara tiap suku kata tersebut ditentukan oleh tinggi rendahnya nada yang ditentukan oleh tinggi rendahnya nada yang diwujudkan dalam simbol-simbol yang disebut not. Nada ditimbulkan oleh adanya bunyi dan bunyi ditimbulkan oleh adanya sumber bunyi, yaitu hasil getaran dari sebuah benda. Getaran tersebut, yaitu getaran yang frekuensinya teratur serta memiliki perbandingan jumlah tertentu dengan frekuensi sumber bunyi lainnya.
            Dalam musik terdapat  tujuh nada natural (pokok), yaitu nada-nada c-d-e-f-g-a-b dan  oktafnya c’. Agar bisa dibaca atau dinyanyikan sesuai dengan tinggi rendahnya, maka susunan nada-nada tersebut dilukiskan pada sebuah paranada, yaitu berupa lima buah garis sejajar dengan ukuran tertentu dengan ukuran tertentu sebagai media untuk menggambarkan not-not yang merupakan simbol dari nada-nada tersebut.
            Untuk membedakan antara bunyi yang disebut nada dan yang bukan nada, kita perlu memahami sifat-sifat nada sebagai berikut.
1)      Tinggi-Rendahnya Nada
Tinggi rendahnya nada bergantung pada jumlah getaran (frekuensi) perdetik dari sumber bunyi. Semakin banyak getaran suatu benda pada setiap detik, maka semakin tinggi nada tersebut dan semakin sedikit getaran benda pada setiap detik maka nada semakin rendah.
2)      Panjang-pendeknya Nada
Panjang pendeknya nada tergantung dari waktu yang dibutuhkan (durasi) untuk melakukan satu getaran dari suatu sumber bunyi. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu getaran, maka semakin panjang nada itu.  
3)        Keras-lunaknya Nada
Keras-lunaknya nada (intensitet nada) tergantung pada lebar simpangan getar (amplitude) suatu sumber bunyi. Semakin lebar simpang getarnya, maka semakin keras bunyinya.  
4)        Warna nada
Warna nada (timbre, tone colour) tergantung kepada bahan dan jenis sumber bunyinya.


  1. b.        Ritme
            Ritme atau irama dalam pengertian yang luas terdapat pada setiap jenis seni, baik suara, seni tari, seni rupa, maupun seni drama. Secara umum ritme atau irama didalam seni merupakan pertentangan antara sifat – sifat yang kuat dan lemah yang selalu berulang silih berganti secara teratur sehingga menimbulkan kesan atau rasa senang bagi pengamatnya .
            Misalnya, didalam seni rupa ritme dapat berbentuk perbedaan antara garis lembut dan garis kuat, warna yang berbeda-beda secara kontras pada bagian tertentu dan sebagainya. Dalam seni tari ritme dapat terbentuk dengan adanya perbedaan lembut dan keras.  Dalam seni musik, ritme mengandung dua pengertian,  yaitu pengertian secara umum, dan secara kusus.
            Secara umum, ritme adalah silih bergantinya panjang-pendeknya suara,perbedaan tinggi-rendahnya nada, perbedaan keras-lembutnya suara, dan perbedaan warna bunyi yang tersusun secara teratur. Pengertian ritme secara khusus adalah panjang-pendeknya suara yang datang berulan-ulang serta tersusun secara teratur.
  1. c.         Birama
            Birama atau metrum (moat) atau sukat adalah ketukan-ketukan yang datang berulang-ulang secara teratur dalam waktu yang sama. Penulisan ulangan-ulangan ketukan antara yang satu dengan yang berikutnya di batasioleh garis tegak lurus yang disebut garis birama.
            Melodi lagu tersebut di tulis dengan bilangan 2/4, artinya dalam setiap birama ada dua ketukan. Lagu-lagu yang telah kita kenal, misalnya lagu Indonesia Raya berbirama 4/4, lagu Satu Nusa Satu Bangsa brbirama 4/4, lagu Bungaku berbirama 6/8, dan sebagainya. Perbedaan jenis birama dapat kita bedakana sebagai berikut :
1). Birama Binair ( genap), yaitu bertekanan kelipatan dua.
            a) Tunggal, misalnya 2/1, 2/2, 2/3, 2/4, 2/8, 2/6.
            b) Majemuk, misalnya 4/1, 4/2, 4/3, 4/4, 4/8.
2). Birama Ternair (ganjil)
            a) Tunggal, misalnya misalnya 3/1, 3/2, 3/4, 3/8, 3/16.
            b) Majemuk, misalnya 6/2, 6/4, 6/8, 6/16.
3). Birama yang menyimpang dari birama binary dan ternair, misalnya 5/4, (3/4+2/4) atau (2/4+3/4), 7/4 (3/4+4/4) atau (4/4+3/4).


9)        Karakteristik Musik

a. Memiliki lirik yang bermakna atau puitis.isi dari lirik tidak hanya tertuju pada hubungan antara manusia saja, namun bisa berisikan tentang hubungan manusia dengan tuhannya atau dengan alam sekitar.
b.Musik yang bagus memiliki melodi yang kuat dan indah.
c.Melodi yang indah dan bagus mengandung banyak makna, unik, kedamaian, kekuatan dan ketajaman akal dan pikiran.
d.Musik yang bagus adalah paduan dari ketelitian dan harmoni, hubungan yang kuat antara lirik dan warna musik serta keteraturan melodi itu sendiri dengan harmoni.
e.Musik yang bagus adalah ungkapan hati yang tersalurkan dalam bait lagu dan memiliki ciri khas yang berbeda dari setiap melodi dan liriknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar